V-belt

Written By Irawan ganteng on 24 Januari 2012 | 12.22

Photobucket
v-belt
    x-gan.usia pakai pakai v-belt matic sekitar 15.000-25.000 kilometer. Jika lewat atau sering diabaikan, konsekuensinya sabuk penghubung puli primer dan sekunder di CVT (Continous Variable Transmition) rawan putus. Kebayang kan kalau terjadi di tengah jalan?

Namun komponen inti CVT ini enggak serta-merta putus tanpa ada gejala. Cuma sebelum putus, biasanya v-belt akan memberi tanda dalam bentuk suara selain fisik, sehingga pemilik skubek lebih waspada sebelumnya alami kendala di jalan.Jangan sampai v-belt putus mendadak. Hal ini kadang tidak pernah dipikirkan pemilik kendaraan jenis ini.


Ciri-cirinya bila usia pakai berlebihan, ada beberapa hal menjadi penyebab putusnya v-belt. Semuanya bisa dideteksi kalau pemilik skubek merasa peduli pada motor dan dirinya.

Nah, bagian yang perlu dicermati diantaranya lihat bagian dalam atau bagian bergigi dari v-belt. Tanda-tanda mau putus biasanya banyak yang retak-retak pada saat v-belt ditekuk keluar.

Selain itu samping belt sudutnya terlihat lebih ramping, atau tajam ketimbang belt standar jika diukur pakai alat khusus ceker belt. Itu tanda belt sudah aus akibat gesekan dengan puly. Jika sudah aus dan mulur, akan timbul suara berisik di rumah CVT.Pengaruhnya, akselerasi awal biasanya jadi selip. Padahal gas diputar lebih dari ¼ putaran, tapi tenaga tidak sesuai putaran mesin.

Inilah bagian-bagian yang perlu dicermati:

  • Lihat bagian dalam atau bagian bergigi dari v-belt. Tanda-tanda mau putus,biasanya ada yang retak-retak. Kalau tidak ada, bisa juga menekuk v-belt.
  • Di sisi samping belt, sudutnya terlihat lebih ramping atau tajam ketimbang belt standar. Itu menandakan belt sudah aus akibat gesekan dengan puly. Jika sudah aus—belt menjadi mulur—menimbulkan suara berisik di rumah CVT, seperti rantai yang kendur, karena belt bergesek dengan tutup CVT atau crankcase.
  • Pemakaian ukuran ban yang tak lazim, misalnya 140/80-14. Belt butuh tekanan lebih besar untuk menggerakkan roda. Inilah yang bikin belt cepat aus. Selain itu, tenaga yang besar—akibat pemakaian ban lebar—juga bikin belt cepat aus.
  • Rute perjalanan yang panjang seharian juga bikin daya tahan v-belt berkurang lalu membuatnya cepat putus. Misalnya, sekali jalan puluhan kilometer tanpa istirahat dicampur macet. Walau pemakaian masih sekitar 10.000 km, v-belt bisa saja putus.  
Biar ga putus ditengah jalan,ga ada salahnya kan kita mengecek dulu keadaan vbelt sebelum bepergian.
Blog, Updated at: 12.22

0 komentar:

Poskan Komentar

Pergunakan form komentar dibawah dengan bijak,berkomentarlah yang sopan dan laporkan bila ada link yang rusak,agar Admin bisa memperbaikinya pelan -pelan.Dan jangan cuman baca / download,berkomentarlah ! agar penulis di blog ini tetap semangat untuk posting.. :D

Tankyu..!

Follow by Email